Rabu, 01 Mei 2013

Perilaku Kelompok

Kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantungan, yang saling bergabung untuk mencapai  sasaran-sasaran tertentu  Perilaku kelompok merupakan respon-respon anggota kelompok terhadap struktur sosial kelompok dan norma yang ada didalamnya. Jadi ketika sebuah kelompok memasuki dunia organisasi maka karakteristik yang dibawanya adalah kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya.
Secara umum, kelompok dibagi menjadi 2, yakni :
1.       Kelompok Formal
Kelompok formal adalah kelompok yang ditetapkan organisasi, memiliki struktur yang jelas dan terdapat penugasan.
Kelompok formal dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, yaitu
a.       Kelompok komando
Kelompok komando juga sering disebut kelompok fungsional. Kelompok komando memiliki definisi yaitu kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi. Contohnya : struktur organisasi di pabrik, jadikaryawan tidak bisa langsung ke manager tapi harus melalui mandor , mandor menyampaikan ke manager.
b.      Kelompok tugas
Kelompok tugas adalah suatu kelompok yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Contohnya : jiak dosen memberikan tugas yang harus dikerjakan berkelompok, maka dibentuklah kelompok tugas yang terdiri beberapa orang.
c.       Kelompok pemecahan masalah
Kelompok ini terbentuk untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Contohnya : Pembentukan panitia pemilihan senat di universitas.
d.      Kelompok lintas sektoral
Kelompok yang terbentuk antar devisi. Sehingga setiap bulannya seorang manajer harus mengadakan pertemuan devisi agar tidak terjadi perpecahan nantinya.
2.       Kelompok Informal
Kelompok informal adalah adalah kelompok yang tidak dibentuk secara formal melalui struktur organisasi, yang muncul karena adanya kebutuhan akan kontak sosial.
Kelompok informal dibagi menjadi 2, yaitu :
a.       Kelompok kepentingan
Kelompok kepentingan adalah kelompok yang berafiliasi untuk mencapai sasaran yang sama. Sasaran jenis kelompok ini tidak berkaitan dengan tujuan organisasi tetapi semata-mata untuk mencapai kepentingan kelompok itu sendiri.
b.      Kelompok persahabatan
Kelompok persahabatan adalah kelompok yang terbentuk karena adanya kesamaan-kesamaan tentang suatu hal, seperti kesamaan hobi, status perkawinan, jenis kelamin, latar belakang, pandangan politik dan lain sebagainya.

Tahap perkembangan dalam suatu kelompok dibagi menjadi 5 tahap, yaitu :
1.       Tahap pembentukan
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk meliputi tahap pengenalan dan banyak situasi-situasi yang tidak pasti dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya
2.       Tahap keributan
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Dalam tahap ini sering terjadi pertentangan norma.
3.       Tahap Penormaaan
Pada tahap ini terjadi hubungan yang kohesif, saling tarik menarik dengan penerimaan norma yang baru. Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
4.       Tahap empat
Pada tahap keempat sering disebut tahap performing, merupakan tahap pelaksanaan program yang ditujui bersama.
5.       Tahap lima
Tahap lima sering dikatakan tahap Adjourning dan Transforming. Dalam tahap ini, aktivitas mulai melmabat dan perhatian kelompok ditujukan pada penyelesaian tugas bukan pada aktivitas kinerja.

Pertemuan psikologi kali ini,  dilakukan 2 jenis games. Game pertama mengenai cara peyelesaian suatu masalah yang di simulasikan seperti games komputer. Gamenya yaitu, bagaimana cara memindahakan 3 orang pendeta dan 3 orang kanibal dari satu pulau ke pulau lainnya, dengan syarat jumlah pendeta tidak boleh lebih sedikit dari kanibal, karena pendeta bisa dimakan dan kita dianggap game over. Game keda, kita diberi 4 pertanyaan, yang jawabannya sebenarnya sangat jauh diluar logika. Salah satu pertanyaannya “ Ada orang dengan tinggi 160 cm, tingginya lebih pendek diantara orang-orang yang bekerja dikantor. Ruang kantornya berada di lantai 30, namun ketika naik lift dia sellau berhenti dilantai 20 dan meneruskan perjalannya ke lantai 30 dengan naik tangga, mengapa demikian?” jawabnnya adalah karena orang tersebut pendek, sehingga tidak dapat menggapai tombol lift yang ke 30. Jawaban yang cukup sulit ditebak.

Dari 2 games tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk dapat membangkitkan motivasi dalam kelompok harus ada keadaan luar yang dipaksakan. Seseorang kadang harus keluar dari box nya dan memikirkan hal baru untuk mendapatkan suasana yang lebih segar.
Penyelesaian pada konflik kelompok berhubungan dengan sumber daya anggota kelompok, yang terdiri dari kecerdasan, cara berfikir, inovasi / dinamika dan fisik dari orang yang bersangkutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar